riau24

logo riau24
Informasi Anda Genggam

Ridwan Kamil Suruh Sandiaga Uno Ngaca, Gerindra Sentil Kang Emil dan Minta Introspeksi Diri

TIM Archive
Kamis, 13 September 2018 | 12:32 WIB
Anggawira, Fungsionaris Partai Gerindra, Koordinator Nasional Sahabat Prabowo-Sandi, dan Caleg DPR RI Dapil Jabar VIII (foto: istimewa). Anggawira, Fungsionaris Partai Gerindra, Koordinator Nasional Sahabat Prabowo-Sandi, dan Caleg DPR RI Dapil Jabar VIII (foto: istimewa).
Riau24.com- Bakal cawapres Sandiaga Uno sempat melontarkan pernyataan bahwa dia tidak akan melibatkan kepala daerah dari partai pendukungnya saat kampanye pemilihan presiden kelak. 

Menurut Sandi, seorang kepala daerah dari partai pendukungnya untuk tetap fokus membangun daerahnya masing-masing. Dia beralasan bahwa saat ini telah usai proses pilkada yang melelahkan sehingga tidak perlu terjun di pemilihan presiden.

Pernyataan Sandi itu ditanggapi oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Ridwan Kamil sendiri malah meminta Sandi untuk berkaca pada pengalaman pribadinya yang pernah terjun langsung mendukung sejumlah pasangan dalam Pilkada Serentak 2018.

Masih berkaitan dengan hal itu, pihak dari Partai Gerindra menyanggah. Bahkan, Fungsionaris Gerindra, Anggawira justru  meminta kepada Ridwan Kamil juga berkaca dan introspeksi diri. 

Menurut dia, pria yang disapa Kang Emil itu harus introspeksi diri tentang karir politiknya yang bisa berjalan karena dukungan dari Gerindra dan Prabowo Subianto.

"RK (Ridwan Kamil) lebih baik introspeksi diri sebelum berkomentar. Karir politiknya bisa berjalan sekarang ini karena tangan dingin (Partai) Gerindra dan Pak Prabowo," kata Anggawira dalam keterangan resminya kepada Riau24.com, Kamis, 13 September 2018.

Pria yang juga Koordinator Nasional Sahabat Prabowo-Sandi itu menambahkan, pada tahun 2013 Ridwan Kamil maju sebagai Calon Walikota Bandung dengan dukungan dari Partai Gerindra dan PKS. 

Dengan adanya Kontribusi dan dukungan dari Partai Gerindra tentang awal karir politik dia itu, juga harus diingat dan menjadi bahan introspeksi diri bagi Ridwan Kamil.

"Ya, RK dulu tahun 2013 maju sebagai Calon Walikota Bandung dengan dukungan Partai Gerindra dan PKS. Seharusnya ia ingat dan introspeksi diri bagaimana awal karir politiknya yang dapat kontribusi dan dukungan dari Partai Gerindra. Jangan jadi kacang yang lupa kulitnya," sambungnya.

Anggawira menuturkan memang tidak ada aturan ataupun Undang-Undang yang melarang kepala daerah mendukung kampanye. Tapi, alangkah baiknya jika seorang Kepala daerah dari partai pendukungnya tidak terlibat kampanye agar fokus membangun daerahnya masing-masing.

"Ya, memang itu tidak melanggar peraturan, tidak melanggar hukum, jika seorang kepala daerah ikut berkampanye. Sayangnya, alangkah lebih baik jika kepala daerah fokus untuk membangun daerahnya masing-masing. Tak perlu bawa-bawa nama institusi dan jabatan saat ikut berkampanye," tutup Anggawira.

R24/ibl (rls)
Penulis TIM Archive
INDEX BERITA