riau24

logo riau24
Informasi Anda Genggam

Disebut Mirip Cerdas Cermat, KPU Diminta Ubah Format Debat Capres

TIM Archive
Kamis, 13 September 2018 | 23:34 WIB
Ilustrasi Ilustrasi
Riau24.com- JAKARTA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta merubah format debat calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres). Pasalnya, format debat yang masih berlaku saat ini, lebih terkesan seperti ajang cerdas cermat. Sehingga dinilai tak cocok lagi untuk menjaring pemimpin nasional.


Hal itu dilontarkan Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Kamis 13 September 2018 malam.

Dikatakan, poros Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno akan mengusulkan kepada KPU untuk merubah konsep debat capres-cawapres.
"Tahapan yang menurut kami penting adalah mengubah model debat kandidat," ujarnya, seperti dilansir cnnindonesia.com.

Ditambahkannya, pihaknya tidak mempermasalahkan debat kandidat disiarkan televisi. Namun menurutnya, pola debat yang selama ini lebih mirip lomba cerdas cermat.

"Kami akan minta KPU untuk membuat itu dihapus saja debat ala cerdas cermat, tapi menyampaikan pikiran, gagasan besar untuk saat ini," tambahnya.


Hinca mengatakan lebih baik jika kandidat diberikan waktu yang panjang atau sekitar 60 menit untuk menjabarkan pandangan masing-masing. Dia memberi contoh di bidang ekonomi, kandidat dapat memaparkan pandangannya soal bagaimana menciptakan lapangan kerja yang luas, ketahanan energi, kebutuhan pokok dan lain-lain secara rinci. Dengan demikian, masyarakat akan memahami secara komprehensif pandangan dan misi yang akan ditempuh masing-masing kandidat.

Tidak seperti selama ini karena debat hanya diberikan waktu yang sedikit lalu dibalas dengan pertanyaan atau tanggapan dari kandidat yang lain.

"Tapi kalau cuma 3 menit kemudian masing-masing bertanya. Ya udah, kayak cerdas cermat," tambahnya.

Senada dengannya, Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto meminta KPU melakukan uji publik terhadap Peraturan KPU tentang debat kandidat, sebelum ditetapkan.

Menurutnya, alangkah baiknya jika masing-masing kandidat diberi waktu yang cukup panjang untuk memaparkan pandangannya. Hal ini juga akan berpengaruh dalam membangun demokrasi yang lebih baik, yakni agar masyarakat benar -benar memahami pandangan calon yang berkontestasi. ***

R24/wan

Penulis TIM Archive
INDEX BERITA