riau24

logo riau24
Informasi Anda Genggam

Khawatirkan Puncak Musim Panas, Danrem Perintahkan Cegah Karhutla Sejak Dini

TIM Archive
Kamis, 15 Maret 2018 | 18:38 WIB
Foto : internet Foto : internet
Riau24.com- Puncak kemarau yang diperkirakan akan datang pada bulan Mei hingga Agustus mendatang, dikhawatirkan akan banyak terjadi Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) di wilayah Riau.

Oleh karena itu, Komandan Korem (Danrem) 031/ Wira Bima, Kolonel Inf Sonny Aprianto yang sekaligus menjabat  Ketua Satgas Karhutla wilayah Riau meminta Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla lebih proaktif dalam upaya pencegahan dini.

"Kita akan maksimalkan sosialisasi kepada maayarakat agar tidak membakar lahan, sehingga nanti kedepannya karhutla dapat ditekan bahkan tidak ada sama sekali,"tegas Danrem Kol. Sonny saat silaturahmi dengan insan pers, Kamis, 15 Maret 2018 siang.

Dijelaskannya, bahwa saat ini dari pengamatan beberapa satelit beberapa hari terakhir tidak ditemukan  adanya titik panas (hotspot).

"Untuk saat ini, pantauan dari satelit tidak ada ditemukan hotspot di Riau. Seperti diketahui saat ini kan curah hujan tinggi, itu juga sangat membantu tim dilapangan,"terangnya.

Meski demikian, diperkirakan untuk dua bulan mendatang, tim kembali mendapat tugas berat lagi, Karena akan masuk  puncak musim kemarau.

Ketika ditanya tentang kabupaten yang paling parah karhutlanya, Danrem 031/WB mengatakan ada dua kabupaten, yaitu Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten bengkalis.

Danrem juga mengungkapkan, bahwa baru beberapa hari menjabat sebagai Danren 031/WB, dirinya langsung mengagendakan untuk memantau langsung ke lokasi kebakaran. Saat itu ia  langsung ke Duma, Dia melihat lahan yang sedang terbakar. 

Dari patroli yang dilakukan melalui udara itu, terlihat bahwa lahan yang dibakar dekat dengan pemukiman warga. Di sekitar lahan itu, ada sejumlah lahan perkebunan sawit. Melihat itu, dia menduga bahwa lahan itu sengaja dibakar.

"Saya yakin itu dibakar. Karena dekat dengan pemukiman, dan ada lahan sawit yang sudah jadi. Saya langsung perintah anggota saya di sana, dan koordinasi dengan Polres. Benar, kemarin sudah ditangkap lengkap dengan bukti-buktinya," ujar dia.

Itu menjadi salah satu kasus lahan yang sengaja dikabar. Dari keseluruhan, dia menilai bahwa 90 persen lahan dan hutan terbakar, sengaja dibakar. Yang disebabkan secara alami itu hanya 10 persen.

"Penyebab alam hanya 10 persen sementara 90 persen lagi ulah manusia. Baik sengaja, ataupun tidak. Kalau yang tidak sengaja itu mungkin saja buang puntung rokok sembarangan,"ungkapnya.

Oleh karena itu, dia bekoordinasi dengan  jajaran Polri untuk menindak tegas kepada pelaku pembakar lahan ini. 

"Saya sudah koordinasi dengan Polda dalam penegakan hukum. Kita lihat, hal ini selalu berulang," ujarnya.

Pencegahan karhutla ini sudah menjadi perintah dari Presiden RI, hal ini dalam rangka untuk menyambut Asean Games di Jakarta, Bandung dan puncaknya di Palembang pada Agustus mendatang.

 R24/amri
Penulis TIM Archive
INDEX BERITA